IMPLEMENTASI KONSEP KECERDASAN
MAJEMUK
(MULTIPLE
INTELLIGENCES) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA (MIS) BURUJUL
PANGANDARAN
Oleh
:
Tias
Rostiana
Sumadi
Diki Najib Fuadi
Abstrak
Dalam proses belajar mengajar,
seorang guru harus teliti dan mempertimbangkan berbagai hal termasuk pendekatan
pembelajaran matematika yang digunakan. Guru harus mengenali dan memahami
kecerdasan siswa karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda.
Perbedaan yang menjadi bukti kemajemukan tersebut harus dijadikan sebagai acuan
untuk memperluas fokus dan transformasi materi pada siswa sehingga berdampak
pada hasil akhir dalam wujud praktik atau implementasi terhadap apa yang telah
didapatkan dalam kehidupan sehari-hari.Salah satu karakteristik penting dari peserta didik yang perlu
dipahami oleh guru sebagai pendidik adalah bakat dan kecerdasan individunya.
Metode penelitian ini merupakan
penelitian kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data-data yang
terkumpul lalu dianalisis, teknik analisis data dalam penelitian ini
menggunakan langkah-langkah pemrosesan data, kategorisasi datadan Penafsiran
dataatau penarikan kesimpulan.
Setelah melakukan analisis data,
penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1)Perencanaan pembelajaran
matematika terdiri dari dua tahapan, yaitu mengenali kecerdasan siswa denganmelihat
keseharian siswa guru melakukan observasi di kelas dan di luar kelas dan
menyusun rencana pembelajaran/ lesson
plan yang dituliskan pada buku khusus milik guru berupa coret-coretan.
Aspek yang terdapat pada rencana pembelajaran/ lesson plan tersebut setidaknya meliputi tema, indikator, kegiatan alfa zona, scene setting, kegiatan pembelajaran, serta alat bahan yang
dibutuhkan. 2) Pada tahap pelaksanaan pembelajaran matematika sudah melakukan
kegiatan untuk memberikan apersepsi dan motivasi serta melakukan
kegiatan-kegiatan berbasis multiple
intelligences. Apersepsi dan motivasi tersebut berupa kegiatan alfa zona seperti bernyanyi dan
melakukan gerakan refleksi, Warmer
dengan mengulang materi sebelumnya, pre-teach
dengan memberikan penjelasan awal jalannya proses pembelajaran, dan scene setting dengan pemberian konsep
awal terhadap materi pembelajaran. Sehingga pembelajaran matematika menjadi
pembelajaran yang menyenangkan. Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran siswa
difasilitasi untuk belajar melalui kesembilan jenis kecerdasan, yaitu: linguistikverbal, matematis-logis, visual-spasial,
kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis dan eksistensialis.
Meskipun, kesembilan jenis kecerdasan tersebut tidak dilakukan dalam satu
waktu. 3) Evaluasi pembelajaran dilakukan secara autentik dengan menggunakan
tiga ranah yaitu; a) kognitif dengan tes
lisan, tertulis dan penugasan, b) afektif dengan observasi, melihat keseharian
siswa dalam proses pembelajaran, c) Psikomotorik dengan praktek atau membuat
karya.
Kata Kunci: implementasi, multiple
intelligences,
pembelajaran matematika.
Abstract
In
the process of teaching and learning, a teacher must be careful and consider
various things including the approach of learning mathematics that is used.
Teachers must recognize and understand students' intelligence because each
student has different abilities. The differences that evidenced pluralism
should be used as a reference to broaden the focus and transformation of the
material on the students so as to impact on the final result in the form of practice
or implementation of what has been obtained in everyday life. One of the
important characteristics of learners that teachers need to understand as educators
is their individual talent and intelligence.
This
research method is descriptive qualitative research. While data collection
techniques in this study are observation, interview and documentation. The data
collected and then analyzed, data analysis techniques in this study using the
steps of data processing, data categorization and data interpretation or
withdrawal of conclusions.
After
performing the data analysis, the authors obtained the following conclusions:
1) Mathematics learning planning consists of two stages, which are to recognize
the students 'intelligence by looking at the students' daily observations in
the classroom and outside the classroom and preparing lesson plans written in a
special book belongs to the teacher in the form of graffiti. Aspects contained
in the lesson plan / lesson plan at least include themes, indicators, alpha
zone activities, scene settings, learning activities, and materials required
tools. 2) In the implementation stage of learning mathematics has done
activities to provide apperception and motivation and perform activities based
on multiple intelligences. Apperception and motivation in the form of alpha
zone activities such as singing and doing reflection movement, are getting warmer
by repeating the previous material, pre-teach by giving an explanation of the
beginning of the learning process, and scene setting by giving the initial
concept to the learning materials. So that math learning becomes a fun
learning. While in the learning activities students are facilitated to learn
through the nine types of intelligence, namely: verbal linguistics,
mathematical-logical, visual-spatial, kinesthetic, musical, interpersonal,
intrapersonal, naturalist and existentialist. Although, the nine kind of
intelligences are not done in one time. 3) Evaluation of learning is done
authentically by using three domains namely; A) cognitive with oral, written
and assignment tests, b) affective with observation, viewing the student's
daily life in the learning process, c) Psychomotor with practice or making
work.
Key words: Implementation, multiple
intelligences, mathematics learning.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar